Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

ASI dan Penggunaan Obat Rasional

copas artikel dulu...

Bahasannya di next blog ya....lagi mepet waktu buat nulis hehheh
Artikel diambil dari http://aimi-asi.org/

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Air susu ibu (ASI) tidaklah asing lagi ditelinga kita dan semua orangtua yang mendapatkan informasi dan dukungan yang tepat pasti berharap dapat memberi ASI pada bayinya sesuai dengan standard emas pemberian makan pada bayi. Namun apakah yang dimaksud dengan penggunaan obat rasional (POR)? Apa hubungan ASI dengan POR ?
Tahukah ayah ibu sekalian, bahwa menggunakan obat secara rasional pada bayi di saat sakit ternyata amat membantu agar manfaat ASI dapat benar-benar optimal diperoleh sang bayi?
Mari kita telaah apa saja yang ada dalam standard emas makanan bayi. Yang pertama tentu Inisiasi Menyusu Dini. Selama proses IMD bayi diletakkan di dada ibu, bersentuhan kulit dengan kulit dan ketika bayi mulai berusaha mencari dia akan menjilati kulit dada dan payudara ibunya. Apakah yang didapat sang bayi dari kulit ibu: bakteri baik. Ya, di kulit kita terdapat jutaan sel bakteri baik yang melindungi kulit agar bakteri jahat dan jamur tidak tumbuh. Bakteri baik ini akan masuk ke dalam usus bayi dan berkembang biak di sana, melindungi bayi dari penyakit diare akibat bakteri jahat. Terlebih bila sang bayi lahir secara normal, ada begitu banyak bakteri baik di sepanjang jalan lahirnya. Setelah IMD, tentu dilanjutkan dengan ASI eksklusif selama 6 bulan. Setiap kali menyusu pada payudara, tentu bayi mendapat asupan bakteri baik tembahan baik lewat sentuhan mulut bayi dengan payudara maupun lewat ASI itu sendiri. Zat kekebalan yang dibawa ASI tentu bukan hanya bakteri baik, tapi ada aneka sel darah putih dengan macam-macam fungsi dalam jumlah berlimpah mulai dari anti-in26feksi, anti radang, pelapis usus, anti alergi dan sebagainya. Setelah berusia 6 bulan, bayi mulai mendapat makanan pendamping alami. Apakah yang terkandung dalam makanan pendamping alami yang tidak akan terdapat dalam makanan olahan pabirk? Enzim, vitamin dan mineral alami yang juga punya daya perlidungan luar biasa bagi bayi.
Sekarang, mari kita telaah perjalanan kesehatan bayi kita. Secara umum ketika usia 6 bulan, bayi akan mulai sakit ringan yang ditandai dengan gejala seperti batuk, pilek, demam dan diare atau muntah. Hal ini disebabkan oleh zat kekebalan dari ibu yang telah mulai menurun kadarnya, ASI yang mulai tergantikan dengan makanan pendamping ASI serta mobilitas / pergerakan bayi yang mulai meningkat. Batuk, pilek, demam dan diare dialami semua bayi karena ini adalah bagian dari tumbuh kembang bayi. Coba kita perhatikan di sekitar kita, adakah balita di atas usia 6 bulan yang sama sekali tidak pernah batuk pilek demam dan diare?
Namun, apakah yang umumnya terjadi pada bayi di saat ia sakit? Orangtua akan membawanya ke fasilitas kesehatan (dokter atau bidan) dan sepulang dari dokter / bidan orangtua akan dibekali dengan satu atau lebih obat. Puyer berisikan beberapa obat yang disatukan disertai sirup anti demam umumnya diberikan. Antibiotik tak lupa disertakan, dapat disertakan dalam puyer atau pun dalam bentuk sirup yang terpisah. Lihatlah 2 contoh resep di bawah ini:

Resep yg sisi kiri diberikan pada bayi 1 bulan, ASI eksklusif, dgn keluhan “flu”. Resep sisi kanan diberikan pada bayi 3 bulan, ASI eksklusif, dengan diare akut, tanpa perdarahan. Rasionalkah? Kedua resep puyer ini mengandung Luminal, obat anti kejang, untuk apa bayi batuk pilek atau diare dapat obat anti kejang? Efek sampingnya amat berbahaya: perlambatan irama jantung, tekanan darah rendah, henti napas dan depresi sistem saraf pusat. Rewel bukan indikasi pemberian obat anti kejang, rewel lumrah terjadi saat sakit, tenangkan dengan menyusui. Kedua resep ini juga mengandung antibiotik (eritrhomycin dan nifural) yang sama sekali tidak diperlukan. Obat-obat lain dalam resep ini juga tidak ada pada pedoman batuk pilek dan diare tanpa perdarahan.
Gejala batuk pilek demam dan diare sebagian besar disebabkan oleh virus. Virus ini pada umumnya adalah self limiting disease atau sembuh sendiri. Sementara antibiotik HANYA dapat mematikan atau melemahkan 
bakteri, 
bukan virus. Antibiotik tidak dapat mengenali mana bakteri baik dan mana yang jahat, sehingga bakteri baik akan selalu ikut dihantam oleh antibiotic yang dikonsumsi anak kita. Sia-sia lah usaha mengumpulkan bakteri baik dari proses IMD dan ASI eksklusif. Semakin sering anak minum antibiotik, semakin sering ia sakit, karena berkurangnya bakteri baik yang membantu pertahanan tubuh. Penggunaan antibiotik secara tidak rasional juga menyebabkan timbulnya resistensi atau berubahnya sifat bakteri menjadi tahan terhadap antibiotik sehingga suatu saat kita dapat kembali ke era sebelum antibiotik ditemukan. Antibiotik menyelamatkan hidup, maka kita harus menyelamatkan antibiotik dengan menggunakannya secara rasional. Bila tidak ada indikasi untuk pemberian antibiotik, STOP segera, tidak ada isitilah “terlanjur minum antibiotik”, sebaliknya bila memang ada indikas taati aturan minumnya dengan baik.
Ayah dan ibu sekalian, batuk pilek demam dan diare sampai tahap tertentu sesungguhnya adalah cara tubuh untuk bertahan ketika virus masuk ke dalam tubuh (infeksi virus). Batuk menjaga supaya jalan napas bersih dari lendir yang dihasilkan lebih banyak ketika ada infeksi virus dan batuk juga menjaga supaya kuman baru tidak masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan di saat tubuh sedang berusaha melawan virus yang sudah masuk. Begitu juga dengan pilek, tubuh berusaha mengeluarkan virus melalui lendir yang diproduksi hidung. Pilek yang mulai kehijauan sama sekali tidak berarti bahwa ada infeksi bakteri. Kehijauan semata-mata karena banyak sel darah putih yang terkandung dalam lendir yang bereaksi dengan oksigen yang terjadi justru di akhir masa sakit atau dalam proses penyembuhan. Bila hidung tersumbat, ASI dapat diteteskan pada lubang hidung untuk membantu mengurangi sumbatan karena ASI mengandung anti infeksi dan anti radang.
Bagaimana dengan demam ? Demam adalah tanda bahwa pertahanan tubuh sedang bekerja. Setiap kali ada kuman masuk ke dalam tubuh, secara otomatis tubuh akan bereaksi dan reaksi ini menghasilkan zat yang menyebabkan suhu tubuh naik. Suhu tubuh yang naik ini juga membuat sel pertahanan tubuh dapat bekerja lebih optimal. Oleh karena itu kita tidak disarankan untuk mengobati demam yang ringan agar masa sakit dapat berlangsung lebih singkat karena tubuh diberi kesempatan untuk melawan si kuman. Benar bahwa demam dapat menyebabkan dehidrasi dan kejang, oleh karena itu perlu dipantau, diberi cairan lebih banyak (ASI lebih baik), dikompres hangat dan diberi obat demam hanya bila suhu di atas 38,5&derC (pada anak usia 1 tahun atau lebih). Diare akut tanpa perdarahan umumnya disebabkan juga oleh virus. Diare membantu tubuh membuang virus yang masuk, sehingga pemberian anti diare pada anak tidaklah dianjurkan oleh WHO. Tata laksana diare yang utama adalah mengganti cairan yang keluar. ASI adalah pengganti cairan terbaik, oralit dapat diberikan jika diperlukan.
Pedoman tata laksana kasus bagi dokter maupun bidan dan perawat sebenarnya telah lama ada. WHO telah mengenalkan Manajemen Terpadu Balita Sakit untuk bidan dan perawat. Untuk dokter WHO telah mengenalkan Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Sebetulnya dengan mematuhi pedoman yang ada, rasionalitas tata laksana yang dilakukan tenaga kesehatan dapat lebih terarah. Namun, hal ini juga memerlukan kerjasama dari para ayah dan ibu. Tekanan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan resep, terutama resep tertentu seperti antibiotik atau puyer atau vitamin botolan kerap terjadi (vitamin jauh lebih baik yang berasal dari ASI dan buah bukan?). Tahukan ayah ibu, bahwa Indonesia adalah satu-satunya Negara yang masih meresepkan obat berbentuk puyer. Puyernya sendiri tidak terlalu masalah, yang berbahaya adalah praktik mencampur aneka obat menjadi satu yang belum tentu diperlukan bayi kita. Padahal berdasarkan pedoman untuk tata laksana kasus-kasus ringan yang saya ceritakan di atas tidak memerlukan peresepan apapun, kecuali untuk obat anti demam bila ada indikasi. Setiap kunjungan ke tenaga kesehatan, pastikan buah hati kita mendapatkan hanya yang terbaik.
ASI adalah investasi yang luar biasa bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak kita, jangan sampai penggunaan obat yang tidak rasional merusak investasi ini. Mari kita bersama mengusahakan agar setiap anak Indonesia mendapatkan semuanya serba Standard Emas, tidak saja soal feeding, tapi juga ketika sakit dia mendapatkan tata laksana yg berstandar emas: bedasarkan pedoman, berbasis bukti yang kuat. Hanya yang terbaik yang pantas kita berikan bagi anak-anak kita bukan ? Hidup ASI, Hidup POR !!

Jumat, 07 Desember 2012

Dendam dan Maaf

Artikel bagus buat reminder actually buat diri sendiri :)

Pernah baca di Komonitas Bisa!
--------------------------------------
 Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) tersebut mengadakan ” permainan“. Ibu Guru menyuruh anak tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.  Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : ” Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?” Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari  ” permainan ” yang mereka lakukan. Ibu Guru : ” Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa  memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.

Itu hanya 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak nyamannya
-------------------------
Memang bagaimanapun kita tidak bisa lepas dari kebencian , rasa kesal, bahkan dendam pada orang lain. Tapi tetap kita harus bisa mengendalikan kebencian itu, menghilangkan, dan memaafkan orang lain.

Aku pernah tahu, seseorang yang tidak bisa memaafkan orang lain. Seseorang yang membawa kebencian melebur ke dalam daging dan hatinya....sssttt ini gak lebay kok, beliau sendiri yang bilang gitu. Mendengarnya seakan merinding dan cuma bisa beristghfar, karena aku pun tidak tahu sedalam apa sakit hatinya oleh orang lain sehingga beliau sampai punya pikiran seperti itu. Bahkan dendamnya itu dipelihara bertahun - tahun.

Waktu itu aku masih kecil  dan gak berani menasehati beliau yang sudah dewasa.

Nah setelah membaca artikel diatas, kushare ke beliau, sambil aku bilang "sampai kapan dendam mo dipelihara?". Beliau hanya diam dan kembali aku menyerahkan pemikiran ke beliau. Semoga beliau tercerahkan, semoga beliau bisa memaafkan dan berlapang dada. Bukankah Allah saja Maha Pemaaf... :)

Selasa, 20 April 2010

Sempatkan Untuk Mendengar

Ditulis oleh: Anne Ahira

Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.

Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Apria dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :


1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
    Ini menunjukkan kepada lawan bicara
    tentang keterbukaan dan kesungguhan
    kita


2. Condongkan tubuh ke depan.
    Ini menunjukkan ketertarikan kita
    pada topik pembicaraan. Cara ini
    juga akan mengingatkan kita untuk
    memiliki sudat pandang yang lain,
    yaitu tidak hanya fokus pada diri
    kita.


3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
    butuh klarifikasi atau ada informasi
    baru yang perlu kita selidiki dari
    lawan bicara kita.


4. Buat selingan pembicaraan yang
    menarik. Hal ini bisa membuat
    percakapan lebih hidup dan tidak
    monoton.


5. Cuplik atau ulang beberapa kata
    yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
    Ini menunjukkan bahwa kita memang
    mendengarkan dengan baik hingga hapal
    beberapa cuplikan kata.


6. Buatlah komitmen untuk memahami
    apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
    suka atau marah. Dari sini kita akan
    mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
    lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
    dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.


Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu
tangga untuk mencapai kesuksesan

Gambar diambil dari sini

Sabtu, 13 Maret 2010

Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan

Sharing artikel bagus dari Facebook...

Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan
oleh Isa Alamsyah

Seorang ayah mengajak ayahnya naik ke pegunungan batu yang berat sekali medannya.
Setelah sampai di satu dataran tinggi, sang anak begitu takjub melihat pemandangan megah mengelilingi mereka.
Sebuah tebing bebatuan yang tersusun tegak mengelilingi mereka.
"Pemandangan ini indah sekali ayah," kata sang anak.
"Benar, yang kita lihat begitu indah, tapi yang akan kita dengar akan begitu berharga," sang ayah menyahut.
"Maksud ayah?" tanya anak tak mengerti
"Silahkan teriak apa saja, nanti kamu mengerti maksud ayah," jawab ayahnya.
Akhirnya sang anak berteriak,
"Woooooi"
lalu terdengar jawaban "Woooi" a
"Kamu siapaaa? lalu di jawab "Kamu siapaaa?"
Sang anak mulai ketagihan.
"Aku orang hebat" lalu ada sahutan lagu "Aku orang hebat"
"Aku jagoan" disahuti lagi "Aku jagoan"
Lalu ayahnya berkata
"Coba teriakkan; Aku orang payah"
Sang anak menurut saja, ia berteriak
"Aku orang payah" lalu teriakannya dijawab "Aku orang payah!"
Sang ayah berkata,
"Anakku, tahukan itu suara apa?"
"Itu suara gema ayah, " jawabnya yakin.
Kali ini ayahnya mulai bicara serius, ia minta anaknya duduk dan memperhatikan setiap ucapannya.
"Dengarkan baik-baik, orang lain mungkin menyebutnya gema, tapi sebenarnya itu adalah pelajaran kehidupan paling berharga. Apa yang kamu pikirkan akan memantul pada dirimu. Jika kamu mengatakan kamu adalah juara, maka suara itu akan masuk ke dalam dirimu, jika kamu mengatakan kamu pecundang, maka itu akan menjadi memantul dan merasuki dirimu. Jika kau katakan kamu orang biasa saja, maka kamu akan menjadi orang biasa. Jika kamu mengatakan kamu luar biasa, maka kamu jadi luar biasa. Jika kamu bilang kamu bisa! maka kamu bisa!.
Dirimu hanyalah refleksi dari apa yang kamu yakini."
Sang anak sadar, walaupun begitu jauh dan melelahkannya perjalanan ini, semuanya layak untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga.


Bagaimana dengan Anda?
Apa suara yang selalu Anda teriakkan untuk diri sendiri?

Elegant Rose