Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Jangan jadi Muslimah Nyebelin

Judul diatas merujuk pada buku seorang penulis terkenal Asma Nadia. Di buku itu di bahas tentang bagaimana menjadi muslimah yang menyenangkan orang - orag di sekitarnya. Mulai dari penampilan sampai kepribadiannya. Penampilan misalnya muslimah wajib jaga kebersihannya, BB, kerudung wangi, gak ada makanan yang nyelip di gigi, gak pake bawahan garis - garis tapi atasannya bunga - bunga dll. Menyenangkan secara kepribadian misalnya dia gak bergunjing, gak nyelutuk dengan kata - kata yang gak enak di dengar, bisa menempatkan diri, selalu tersenyum dll.

Terkait dengan tips yang menyebutkan bahwa gak nyelutuk dengan kata - kata yang gak enak di dengar , aku punya teman neeh yang suka begitu. Kalo dah kita rame - rame membahas sesuatu, trus dia nimbrung pastilah celutukannya gak enak di dengar telinga. Contoh neeh ... kita mo meeting, biasanya kalo mo meeting makanan or snack banyak di meja. Aku nawarin makan ke temenku yang lagi hamil, karena aku tahu dia lagi gak doyan makan, suka eneng, *biasalah bumil*. Temenku si bumil ini menolak, geleng - geleng. Temenku satu lagi  (si Fulan ) bilang aku dulu hamil suka makan nasi goreng tiap malam, suka makan ........blablablabla  yang maksudnya dia adalah menceritakan pengalamannya selama hamil dan maksudnya juga agar temenku bumil ini mau makan / semangat makan .... eh tiba - tiba  si muslimah nyebelin nyelutuk dengan nada yang gak enak di denger telinga juga " Ahhh kamu hamil gak hamil sama ajah, doyan makan semua, sampe badan melar ".

Ish makjleb rasanya, temenku si Fulan langsung terdiam, aseli aku tahu banget perasaannya, mau marah, mau negur dia karena dah mempermalukan di depan depan teman yang lain. Aku juga terdiam.... langsung teringat sama isi buku Asma Nadia itu.

Ahhh memang hati - hati kalo berbicara, belum tentu maksud kita guyon malah jadi hal yang nyakiti buat orang lain. Ini juga pelajaran buat aku pribadi. Astaghfirullahaladzim...
                                                                gambar diambil dari sini


Jumat, 18 Januari 2013

Lagi - lagi tentang RUM

Suka gemes sama orang yang hobby ngasih obat macem - macem sama anaknya, suka gemes sama dokter yang menyesatkan , yang tidak mengedukasi pasiennya malah mencekoki pasien dengan obat - obat huftt...
Padahal sebagai orang awam kudunya kita tidak diam saja, belajar dan mengedukasi diri sendiri dengan sumber yang terpercaya tentunya. Apalagi sekarang akses internet sudah banyak memberikan kemudahan untuk belajar dan mencari ilmu.

Dulu aku juga termasuk orang sesat dalam hal kesehatan sampai teman - teman mak rempong sering sharing tentang milis sehat. Akhirnya aku join milis sehat, baca artikel kesehatan terutama tentang anak - anak, baca buku Smart Patientnya dr. Agnes dan buku - buku dr . Wati. Dari semua itu aku tercerahkan dan semangat untuk menularkan itu semua ke keluarga dan teman. Tapi tentu bukan hal mudah karena mereka dah terlanjur percaya dengan dokter yang salah, dengan puyer , dgn obat - obatan yang "manjur". Seandainya mereka tahu bahwa batuk pilek dan demam adalah alarm tubuh, seandainya mereka tahu ASI adalah yang terbaik untuk bayi mereka, seandainya mereka tahu bahwa penggunaan antibiotik yang berlebihan akan merugikan tubuh mereka sendiri, tentunya mereka akan mau menerapkan penggunaan obat secara rasional seperti yang pernah aku posting di blog sebelumnya.

Pengalaman terakhir kemarin tentang dr yang tidak RUM. Saat Fakhry sakit gigi, gusinya bengkak karena cariesnya. Seorang teman yang drg sudah akrab dengan keluarga kami sehingga anak - anak lebih nyaman untuk di rawat gigi olehnya. Pernah di bawa ke drg lain tapi anak - anak tidak nyaman. Dengan teman drg ini kami bisa konsultasi via telp, sms, bahkan dia mau datang ke rumah untuk merawat gigi anak - anak. Tapi yang disayangkan teman drg ini tidak RUM hiks. Contoh saat aku memberikan paracetamol sebagai analgesik untuk meredakan nyeri Fakhry dia bilang paracetamol tidak mengandung analgesik , hanya mengandung antiperik ajah. Dia bilang kalo SANM*L ada analgesiknya..."What ??" pikirku. Sanm*l kan isinya juga paracetamol, bedanya dia mengandung alkohol dan pake merk dagang, sedangkan paracetamol kan obat generiknya. Aku diam ajah tanpa menyela. Dia memberikan ibuprofen dengan merk Pror*s punya anaknya, aku terima tapi tidak aku pakai karena setauku ibuprofen gak boleh dipake sebelum 6 th (lupa kalo Fakhry dah 6 th hehhehe). Selanjutya dia meresepkan Clanexi sebagai obat analgesiknya, dan antibiotik Metronidazole 500gr, karena Fakhry masih anak jadi diberi 1/2 resep dengan cara tablet obat tsb dibagi 2. Duh kenapa antibiotik seeh? Aku gak tahu perlu gak pake antibiotik untuk case seperi ini, ada indikasi bakterikah??? Sempat aku lempar pertanyaan di twiter ke dr Tiwi dan  drg.ratnasari dan dengan berat hati memberikan antibiotik tsb pada Fakhry. Dan tidak berhenti disitu sodara - sodara, ternyata clanexi yang diresepkan adalah dry sirup isinya Amoxilin, #duengggg. Aku heran kenapa dia meresepkan 2 antibiotik untuk anak seumur Fakhry.

Entahlah, apa di kedokteran gigi tidak kenal RUM...tapi dokter umum pun di wilayahku ini banyak yang belum RUM, meresepkan puyer, antibiotik dengan bebasnya. Sodaraku yang orang kesehatan gampang sekali panik jika anaknya demam, suhu tubuh 37,5 derajat sudah paracetamol masuk. Sodaraku yang berkali - kali aku printkan artike kesehatan juga gampang masukkan obat batuk jika anaknya mulai batuk. Malah ada yang lebih percaya sufor lebih baik daripada ASI hiks....Tidak kasihankah mereka dengan lambung dan hati si kecil?? Mengapa menjaga daya tahan tubuh anak dengan asupan makanan bergizi seimbang tidak membuat mereka semangat?

Susah sekali merubah paradigma yang sudah terlanjur salah, apalagi aku bukan orang kesehatan, yang akan membuat mereka berpikir aku sok pinter, sok dokterlah...hadeuhhh. Biarin ajah lah, yang mau tahu tentang RUM monggo, yang tidak mau menjalankan monggo.


Sabtu, 13 Maret 2010

Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan

Sharing artikel bagus dari Facebook...

Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan
oleh Isa Alamsyah

Seorang ayah mengajak ayahnya naik ke pegunungan batu yang berat sekali medannya.
Setelah sampai di satu dataran tinggi, sang anak begitu takjub melihat pemandangan megah mengelilingi mereka.
Sebuah tebing bebatuan yang tersusun tegak mengelilingi mereka.
"Pemandangan ini indah sekali ayah," kata sang anak.
"Benar, yang kita lihat begitu indah, tapi yang akan kita dengar akan begitu berharga," sang ayah menyahut.
"Maksud ayah?" tanya anak tak mengerti
"Silahkan teriak apa saja, nanti kamu mengerti maksud ayah," jawab ayahnya.
Akhirnya sang anak berteriak,
"Woooooi"
lalu terdengar jawaban "Woooi" a
"Kamu siapaaa? lalu di jawab "Kamu siapaaa?"
Sang anak mulai ketagihan.
"Aku orang hebat" lalu ada sahutan lagu "Aku orang hebat"
"Aku jagoan" disahuti lagi "Aku jagoan"
Lalu ayahnya berkata
"Coba teriakkan; Aku orang payah"
Sang anak menurut saja, ia berteriak
"Aku orang payah" lalu teriakannya dijawab "Aku orang payah!"
Sang ayah berkata,
"Anakku, tahukan itu suara apa?"
"Itu suara gema ayah, " jawabnya yakin.
Kali ini ayahnya mulai bicara serius, ia minta anaknya duduk dan memperhatikan setiap ucapannya.
"Dengarkan baik-baik, orang lain mungkin menyebutnya gema, tapi sebenarnya itu adalah pelajaran kehidupan paling berharga. Apa yang kamu pikirkan akan memantul pada dirimu. Jika kamu mengatakan kamu adalah juara, maka suara itu akan masuk ke dalam dirimu, jika kamu mengatakan kamu pecundang, maka itu akan menjadi memantul dan merasuki dirimu. Jika kau katakan kamu orang biasa saja, maka kamu akan menjadi orang biasa. Jika kamu mengatakan kamu luar biasa, maka kamu jadi luar biasa. Jika kamu bilang kamu bisa! maka kamu bisa!.
Dirimu hanyalah refleksi dari apa yang kamu yakini."
Sang anak sadar, walaupun begitu jauh dan melelahkannya perjalanan ini, semuanya layak untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga.


Bagaimana dengan Anda?
Apa suara yang selalu Anda teriakkan untuk diri sendiri?

Elegant Rose